Crazy Rich Asians Movie Review: Segalanya Pas! Wajib Ditonton!

crazy rich asian movie review

 Crazy Rich Asians Movie Review: Segalanya Pas! Wajib Ditonton!

Aku nggak tahu udah berapa lama nunggu film ini sejak melihat trailer filmnya di youtube, sampai akhirnya saat hari Sabtu (8 September 2018) tanpa sengaja aku melihat jadwal Sneak Preview Crazy Rich Asians dengan waktu penayangan sekitar tengah malam.

Bodo amat deh karena nggak ada teman yang bisa diajak nonton tengah malam, aku nekat beli tiket film Crazy Rich Asians ini untuk ditonton SENDIRIAN.

Film yang diadaptasi dari novel terlaris milik Kevin Kwan ini menceritakan tentang Nick Young (Henry Golding) seorang anak tunggal dari keluarga Young yang super duper kaya (kaya tujuh turunan) berniat ingin membawa Rachel Chu (Constance Wu) ke Singapura agar Nick bisa memperkenalkan wanita yang dicintainya itu ke keluarga besarnya.

crazy rich asians nick young and rachel chu


Rachel Chu yang merupakan seorang Asian American mendapat banyak rintangan agar ia bisa diterima oleh keluarganya Nick yang begitu 'Cina abis'. Aku bingung jelasinnya gimana, intinya ibu dari Nick Young ini si Eleanor (Michelle Yeoh) berpendapat bahwa Asian American berbeda dengan mereka yang 'The Real Asian'. Jadi film ini juga mempertanyakan tentang identitas etnik dan tentunya juga budaya tradisi orang Cina dan juga keturunannya.

Konflik yang dihadapi oleh Rachel tidak hanya dari keluarga besar Nick saja, namun juga dari para wanita yang memuja Nick. Mereka menganggap kalau Rachel itu hanyalah Gold Digger karena berasal dari keluarga yang biasa saja meski gadis itu bekerja sebagai seorang Profesor ekonomi.

Aku rasa cukup segitu aja membahas garis besar tentang film ini. Karena kalau diteruskan nanti jadi spoiler

Membicarakan film Crazy Rich Asians yang disutradarai oleh Jon Chu, film ini sangat apik dikemas dari awal sampai akhir. Jon Chu berhasil membawa kita ke sebuah film romcom dengan jokes yang tidak berlebihan. Pokoknya sebagai orang Asia, kita akan tertawa sesuai porsinya deh!

Membicarakan cinematography-nya, wah jangan ditanya deh! Bagus banget! Meski film ini memperlihatkan kehidupan orang kaya, tetapi aku menikmati banget bagaimana tiap scene disajikan di layar bioskop. Lebih sering membuat aku terpukau!

Endingnya juga super WOW! Sampai aku geleng-geleng kepala.

Scoring di film ini juga nggak asing untuk telinga kita! Pokoknya semua pas! Not too much dan bisa dinikmati dengan suka cita.

Selain karakter Nick dan Rachel, ada karakter lain yang mencuri perhatianku di Crazy Rich Asians. Mereka adalah Eleanor, Peik Lin dan juga Astrid. Mereka memberi warna-warni di film ini.

crazy rich asian eleanor

crazy rich asian peik lin and oliver

Membicarakan film, aku nggak pernah lupa membahas 'message' yang coba disampaikan oleh setiap film yang aku tonton.

Crazy Rich Asians merupakan film bertemakan keluarga dan cinta yang sarat akan pesan moral. Tidak mengenai cinta, tetapi juga tentang kehidupan.

Kita disajikan dialog cerdas yang membuat kita berpikir "Benar juga, ya?"

Pokoknya film Crazy Rich Asians ini bisa dijadikan alternatif pilihan untuk film di minggu ini.

Ratingnya gimana?
Kalau berbicara mengenai bintang. tadinya aku mau kasih 7.5 of 10 mengingat konflik dalam film ini nggak berat-berat banget.

Tapi setelah mempertimbangkan dari sisi 'message' di film ini dan juga bagaimana indahnya cinematography yang disajikan, aku rasa film Crazy Rich Asians pantas mendapat angka 8.5 of 10.

Review Film Wiro Sableng: Bagus Sih, Tapi....


Review Film Wiro Sableng: Bagus Sih, Tapi....

 ㅤㅤ"Wiro, Wiro Sableng! Sinto, Sinto Gendeng! Wiro, murid sableng! Sinto, guru gendeng!

 ㅤㅤ Muridnya sableng? Gurunya gendeng?" 

Bebas Toxic Dengan Natsbee Honey Lemon

Bebas Toxic Dengan Natsbee Honey Lemon

Bebas Toxic Dengan Natsbee Honey Lemon


Kamu sadar nggak, kalau selama ini kita sering menumpuk racun di dalam tubuh? Pasti nggak, kan? Padahal penyebab menumpuknya racun di tubuh justru disebabkan karena gaya hidup tidak sehat, stress, polusi lho! Dan sering kali kebiasaan buruk bagi sebagian orang—terutama kaum milenial yang super aktif—inilah yang paling sering mereka lakukan.

Review Film Searching: Film Thriller yang Ramah Ditonton

Review Film Searching

Review Film Searching: Film Thriller yang Ramah Ditonton

Minggu lalu, tepatnya tanggal 24 Agustus 2018, aku memutuskan untuk menonton film berjudul Searching yang mendapatkan respon positif di website ulasan film rottentomatoes bersama seorang sahabatku, Christin Natalia

Jujur aja, kesibukan akhir-akhir ini membuat aku agak kurang update dengan dunia perfilman. Biar nggak zonk-zonk banget, tiap kali mau ke bioskop aku selalu cek situs ulasan film seperti rottentomatoes.

Kita langsung lanjut ke inti pembahasan aja ya.

Film Searching disutradai oleh Aneesh Chaganty yang merupakan mantan karyawan perusahaan Google.

Hm... pantas saja untuk pengambilan tiap scene menggunakan konsep screen life, yang mana membuat penonton seolah diajak berinteraksi langsung dengan David Kim (diperankan oleh John Cho) yang sedang mencari putrinya yang hilang, Margot (diperankan oleh Michelle La).

Dan jujur aja, selain faktor alur cerita yang ringan, konsep screen life terasa 'segar' untuk selalu dinikmati. Ibarat lagi main game misteri gitu loh hahaha.

Awal film, penonton diajak bernostalgia dengan tampilan Windows XP, youtube versi jadul ataupun video-video dengan kualitas rendah.  Kemudian kita akan diajak mengenal keluarga Kim (mereka adalah keluarga Korean American) melalui video dan foto yang disimpan di folder komputer. Tidak lupa juga mengenai munculnya notifikasi event kalendar dalam film ini. Searching menampilkan dynamic visual language yang begitu kental!

Kisah sedih di film ini mulai muncul pada saat istri dari David Kim meninggal karena sakit kanker kelenjar getah bening. Margot yang awalnya menyukai bermain piano dan ceria, berubah menjadi anak yang pendiam ketika sedang tidak bersama sang ayah. Margot menutupi kenyataan pergaulannya di sekolah kepada David.

Hal aneh mulai terjadi saat Margot tidak pulang ke rumah. David yang panik, mulai menelpon tempat les pianonya Margot . Namun, ia justru mendapatkan fakta bahwa Margot sudah tidak pernah les piano selama enam bulan terakhir. Lalu ke mana uang les piano yang rutin diberikan David untuk Margot?

Dari sana David mulai menelusuri kegiatan Margot dan teman-temannya melalui informasi dasar dengan mencari kontak telepon yang berhubungan dengan kegiatan dan lingkungan Margot.

Pencarian akan Margot terus bertemu titik buntu, memaksa David untuk melaporkan pencarian orang hilang ke kepolisian. Kemudian, David dikenalkan oleh seorang detektif ternama yang bernama Rosemary Vick.

Detektif Vick membantu pencarian Margot hingga ia membuat asumsi kepada David bahwa Margot bukan hilang atau diculik, melainkan kabur dari rumah.

Asumsi yang dinyatakan Vick kepada David membuat Vick merasakan kejanggalan. Karena disaat Margot tidak pulang ke rumah, gadis itu mencoba menghubungi David melalui face time dan panggilan telepon, namun tidak mendapatkan jawaban karena David sudah tertidur.

Bagaimana mungkin seorang anak yang kabur dari rumah tetapi mencoba menghubungi ayahnya kembali?

Sempat terjadi keributan kecil antara Vick dan David dikarenakan perbedaan pemahaman dan pemikiran melalui kasus hilangnya Margot. Karena petunjuk yang membawa Margot pergi ke sebuah danau ialah ditemukan oleh David, bukan dari pihak kepolisian dan Vick. David merasa kalau ia harus terus dilibatkan pencarian Margot.

Proses pencarian terus berlanjut. Tidak lupa ditampilkan mengenai cyberbullying yang dituduhkan netizen mengenai kasus hilangnya Margot kepada David sendiri.


Meski film ini termasuk kategori thriller, ketegangan yang dibangun di film ini bukan berasal dari aksi keji dan darah. Cenderung ke misteri yang sangat kental dan mengaduk emosi karena rasanya tuh gemes banget mengenai Margot yang sulit ditemukan.

Film Searching juga memberi pesan kepada orang tua dan calon orang tua untuk selalu tahu mengenai perkembangan anak dan juga teman-temannya. Jangan sampai gara-gara terlalu sibuk sampai lupa memiliki kontak teman terdekat dari si anak! Apalagi di jaman teknologi yang berkembang dengan pesat. Pertemanan dan perkawanan bisa didapatkan tanpa harus bertatap muka.

Aku sangat merekomendasikan film ini untuk orang tua dan remaja agar selalu bijak saat berkenalan dengan orang lain melalui kanal portal cyber.  Searching bisa menjadi salah satu pilihan film thriller yang bisa ditonton tanpa membuat ketegangan yang berlebihan.

Mengontrol bukan berarti mengekang. Selalu beri pemahaman kalau orang tua juga harus memiliki kontak dari teman atau orang asing yang akan ditemui si anak.


Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri!

Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri


Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Apakah menumbuhkan rasa percaya diri itu mudah?
Bagaimana meningkatkan kepercayaan diri itu?

Kali ini aku mau bahas berdasarkan pengalamanku yang berusaha keluar dari 'cangkang' kurang percaya diri saat masih kecil untuk kalian!

From nothing to be something, you can do it too!