Review Film Belok Kanan, Barcelona

September 27, 2018 Istiana setya rahayu 2 Comments


Review Film Belok Kanan, Barcelona
Review Film Belok Kanan, Barcelona: Tentang Perjuangan Mengejar dan Menjemput Cinta

Film Belok Kanan, Barcelona yang disutradarai oleh Guntur Soehardjanto ini sudah tayang selama seminggu di bioskop Indonesia sejak tanggal 20 September 2018 lalu.


Aku yang sudah menanti film ini sejak dua minggu lalu (sebelum film ini ditayangkan), akhirnya berhasil juga nonton film ini dengan ditemani oleh seorang kawan (Valdy) yang juga sama-sama sudah membaca buku Travelers’ Tale: Belok Kanan, Barcelona sejak masih duduk di bangku SMA.

Sebelum masuk ke review film, aku mau curcol sedikit! 

Sejujurnya sedih banget pas tahu kalau film ini tidak tayang banyak di seluruh bioskop Indonesia lho, khususnya di Jakarta dan Bekasi.

Awalnya kami berencana mau menonton film ini saat akhir pekan, mengingat jadwal tayang di Jakarta tidak banyak dan lokasinya cukup jauh dari kantor kami yang berada di Jakarta Selatan.

Tetapi betapa terkejutnya kami saat mengetahui film Belok Kanan, Barcelona ini bahkan tidak tayang di CGV Bekasi pada akhir pekan ini. Iya! Akhir pekan minggu ini!

Jadi tidak ada pilihan lain bagi kami selain melaksanakan rencana awal untuk menonton di Jakarta setelah pulang kerja. 

Daripada menyesal karena terlambat menonton? Hahaha.

Mari masuk ke inti dari tulisan artikel ini!

Here we go...

Inilah review dariku yang melepaskan penilaian diri sebagai seorang pembaca novel Travelers’ Tale: Belok Kanan, Barcelona.

Alasannya sih sederhana. 

Karena membandingkan dua medium yang berbeda tentu tidak akan pernah seimbang. Biarlah film tetap menyajikan keindahan utamanya melalui visual dan suara. Sedangkan novel tetap menjadi penghibur untuk mereka yang mencintai keindahan susunan aksara di atas kertas.

Asik. 

Sinopsis


Film ini menceritakan tentang kisah cinta yang terjalin sejak 10 tahun yang lalu antara Retno dengan Francis yang terhalang karena beda agama, kemudian ada Farah yang diam-diam sayang ke Francis namun tidak bisa mengungkapkannya karena menghargai Retno yang merupakan sahabatnya juga.

Namun dari tiga orang itu, Jusuf alias Ucup yang selama ini menjadi penonton setia di antara tiga orang sahabatnya itu justru tidak ingin Farah menjadi milik orang lain. Karena dia memang sudah naksir Farah sudah lama.

Perjalanan dan perjuangan cinta keempat anak muda itu kembali teruji ketika Francis mengundang ketiganya untuk hadir ke pernikahannya dengan seorang wanita bernama Inez.

Sekian pembahasan tentang sinopsis filmnya ya hehehe.

Secara keseluruhan film Belok Kanan, Barcelona ini menghibur! Kalau kamu butuh film komedi ringan yang menyajikan nostalgia dengan setting tahun 2008, this movie is for you!

Atmosfir tahun 2008 dengan masa-masa SMA yang lucu *uhuk* serta musik SKA yang waktu itu nge-trend parah, kalian bisa menemukannya di film ini.
Review Film Belok Kanan, Barcelona

Lalu bagaimana dengan konsep travel yang sesungguhnya disajikan penuh di versi novel?

Ada travelnya sih. Tapi nggak sepenuh dan sekomplit di versi novel. Tapi kisah lucu perjalanan Ucup alias Jusuf tetap bisa kalian rasakan di film ini. Jadi, film ini tidak hanya membicarakan tentang masa SMA, tetapi juga mengenai perjuangan perjalanan seseorang untuk mengejar dia yang sudah lama disayang.

Cinematography

Gimana dengan cinematography di film ini?

Bisa dibilang cukup mantul! Alias cukup mantap betul tanpa berlebihan. Penyajian pengambilan gambarnya sesuai dengan momen yang coba disampaikan Guntur ke kita sebagai penonton.

Soundtrack dan Scoring Film

Berbicara film maka tidak akan lengkap bila tidak membahas soundtrack dan scoring film. 

Scoring di film ini sudah oke dan cendurung memberi rasa manis. Scoring yang digunakan mampu membangun emosional penonton untuk menikmati momen penting dalam sebuah scene film. Meski scoring filmnya nggak banyak banget.

Soundtrack-nya sendiri gimana?

Menurut aku justru soundtrack yang dipilih benar-benar bikin baper. Duh, rasanya aku mau balik ke masa SMA dan masa-masa jatuh cinta! 

Kalian juga akan menemukan lagu lama yang di-remake. Jadi nostalgia parah. :')

Ingat aku saat kau lewati
Jalani ini setapak berbatu
Kenang aku bila kau dengarkan
Lagu ini terlantun perlahan

Yihaaa! 90an squad where are you, Guys???? Udah tahu itu lagu siapa?

Iya, benar! Lagu tersebut merupakan milik Jikustik yang kemudian dinyanyikan ulang oleh Endah n Rhesa!

Akting Karakter Utama

Bagaimana dengan akting dari Deva Mahenra (Ucup), Mikha Tambayong (Retno), Morgan Oey (Francis) dan Anggika Bolsterli (Farah) di film ini?

Review Film Belok Kanan, Barcelona


Akting mereka cukup memuaskan meski ada beberapa scene yang menurutku kurang mendalami perannya sedikit. 

Scene saat Farah menangis sambil pegang kunci inggris ke Ucup adalah salah satu hal yang aku ingat agak kurang nyesek dari segi ekspresi.

Cara Anggika (Farah) menangis di scene tersebut agak kurang menyakinkan untuk seseorang yang terhalau perasaannya karena situasi dan kondisi. Untung saja, kekurangan tersebut bisa ditutup dengan akting Deva sebagai Ucup yang sangat menghibur.

Tetapi untuk penghayatan karakter secara keseluruhan untuk semua pemeran utama sudah baik! Sesuai dengan apa yang dituliskan di dalam novel.

Jadi, untuk kalian yang ingin masuk ke ruang waktu masa SMA yang penuh kelucuan dan kebimbangan, memahami arti persahabatan dan menunggu akan cinta yang selalu dipendam, silakan pergi ke bioskop dan memilih film Belok Kanan, Barcelona sebagai tontonan kalian!

Buruan! Sebelum film tersebut tidak bisa kalian temukan lho karena banyak film baru yang sudah mengantri.

Final Score untuk film ini: 3.7/5


Review Film Belok Kanan, Barcelona

You Might Also Like

2 comments:

  1. Waduhh tahun 2008 aku masih MTS mbak ����
    Jaaadi dapat spoilernya dikit deh di sini
    Ternyata ini hasil novel trus dijadikan film yah mbaakm Baru tahu bener deh aku. Hheee

    Terima ksih sharingnya mbak
    Salam kenal ������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha masih MTS XD

      Iya, Khoirur. Film itu diangkat dari best seller novel Traveler's tale. Coba baca aja novelnya, ditulis oleh empat penulis gitu.

      Delete