Review Film Searching: Film Thriller yang Ramah Ditonton

August 29, 2018 Istiana setya rahayu 0 Comments

Review Film Searching

Review Film Searching: Film Thriller yang Ramah Ditonton

Minggu lalu, tepatnya tanggal 24 Agustus 2018, aku memutuskan untuk menonton film berjudul Searching yang mendapatkan respon positif di website ulasan film rottentomatoes bersama seorang sahabatku, Christin Natalia

Jujur aja, kesibukan akhir-akhir ini membuat aku agak kurang update dengan dunia perfilman. Biar nggak zonk-zonk banget, tiap kali mau ke bioskop aku selalu cek situs ulasan film seperti rottentomatoes.

Kita langsung lanjut ke inti pembahasan aja ya.

Film Searching disutradai oleh Aneesh Chaganty yang merupakan mantan karyawan perusahaan Google.

Hm... pantas saja untuk pengambilan tiap scene menggunakan konsep screen life, yang mana membuat penonton seolah diajak berinteraksi langsung dengan David Kim (diperankan oleh John Cho) yang sedang mencari putrinya yang hilang, Margot (diperankan oleh Michelle La).

Dan jujur aja, selain faktor alur cerita yang ringan, konsep screen life terasa 'segar' untuk selalu dinikmati. Ibarat lagi main game misteri gitu loh hahaha.

Awal film, penonton diajak bernostalgia dengan tampilan Windows XP, youtube versi jadul ataupun video-video dengan kualitas rendah.  Kemudian kita akan diajak mengenal keluarga Kim (mereka adalah keluarga Korean American) melalui video dan foto yang disimpan di folder komputer. Tidak lupa juga mengenai munculnya notifikasi event kalendar dalam film ini. Searching menampilkan dynamic visual language yang begitu kental!

Kisah sedih di film ini mulai muncul pada saat istri dari David Kim meninggal karena sakit kanker kelenjar getah bening. Margot yang awalnya menyukai bermain piano dan ceria, berubah menjadi anak yang pendiam ketika sedang tidak bersama sang ayah. Margot menutupi kenyataan pergaulannya di sekolah kepada David.

Hal aneh mulai terjadi saat Margot tidak pulang ke rumah. David yang panik, mulai menelpon tempat les pianonya Margot . Namun, ia justru mendapatkan fakta bahwa Margot sudah tidak pernah les piano selama enam bulan terakhir. Lalu ke mana uang les piano yang rutin diberikan David untuk Margot?

Dari sana David mulai menelusuri kegiatan Margot dan teman-temannya melalui informasi dasar dengan mencari kontak telepon yang berhubungan dengan kegiatan dan lingkungan Margot.

Pencarian akan Margot terus bertemu titik buntu, memaksa David untuk melaporkan pencarian orang hilang ke kepolisian. Kemudian, David dikenalkan oleh seorang detektif ternama yang bernama Rosemary Vick.

Detektif Vick membantu pencarian Margot hingga ia membuat asumsi kepada David bahwa Margot bukan hilang atau diculik, melainkan kabur dari rumah.

Asumsi yang dinyatakan Vick kepada David membuat Vick merasakan kejanggalan. Karena disaat Margot tidak pulang ke rumah, gadis itu mencoba menghubungi David melalui face time dan panggilan telepon, namun tidak mendapatkan jawaban karena David sudah tertidur.

Bagaimana mungkin seorang anak yang kabur dari rumah tetapi mencoba menghubungi ayahnya kembali?

Sempat terjadi keributan kecil antara Vick dan David dikarenakan perbedaan pemahaman dan pemikiran melalui kasus hilangnya Margot. Karena petunjuk yang membawa Margot pergi ke sebuah danau ialah ditemukan oleh David, bukan dari pihak kepolisian dan Vick. David merasa kalau ia harus terus dilibatkan pencarian Margot.

Proses pencarian terus berlanjut. Tidak lupa ditampilkan mengenai cyberbullying yang dituduhkan netizen mengenai kasus hilangnya Margot kepada David sendiri.


Meski film ini termasuk kategori thriller, ketegangan yang dibangun di film ini bukan berasal dari aksi keji dan darah. Cenderung ke misteri yang sangat kental dan mengaduk emosi karena rasanya tuh gemes banget mengenai Margot yang sulit ditemukan.

Film Searching juga memberi pesan kepada orang tua dan calon orang tua untuk selalu tahu mengenai perkembangan anak dan juga teman-temannya. Jangan sampai gara-gara terlalu sibuk sampai lupa memiliki kontak teman terdekat dari si anak! Apalagi di jaman teknologi yang berkembang dengan pesat. Pertemanan dan perkawanan bisa didapatkan tanpa harus bertatap muka.

Aku sangat merekomendasikan film ini untuk orang tua dan remaja agar selalu bijak saat berkenalan dengan orang lain melalui kanal portal cyber.  Searching bisa menjadi salah satu pilihan film thriller yang bisa ditonton tanpa membuat ketegangan yang berlebihan.

Mengontrol bukan berarti mengekang. Selalu beri pemahaman kalau orang tua juga harus memiliki kontak dari teman atau orang asing yang akan ditemui si anak.


You Might Also Like

0 comments: