Cara Membantu Kucing Melahirkan dan Persiapannya

January 08, 2016 Istiana setya rahayu 1 Comments



Cara Membantu Kucing Melahirkan dan Persiapannya


Memiliki kucing yang lucu merupakan anugerah (semua kucing memang lucu sih hehe), namun apa jadinya kalo kucing kesayangan kamu yang tengah hamil ternyata tidak bisa melahirkan sendiri?


Kasus seperti ini aku temui pada kucing betina jenis persia yang aku miliki, dia adalah Michelle. Sebelum adopsi Michelle, aku sering kali memelihara kucing ras lokal dan ketika mereka hamil semuanya mampu melahirkan sendiri.


Namun karena tipikal kucing persia yang mau tampil selalu cantik, maka ketika saya mengetahui kucing saya hamil maka bersiap-siap apabila dia tidak mampu melahirkan anaknya sendiri.


Untuk informasi, masa kehamilan kucing adalah 60-65 hari. Jadi kurang lebih 2 bulan.


Selama hamil, si kucing ga boleh tuh pecicilan lompat-lompatan ataupun digendong sama manusia. Jadi, kalo perlu kucing kamu yang lagi tanda-tanda hamil maka harus segera diungsikan ke tempat dimana dia ga akan banyak bergerak atau lompat-lompatan. Karena hal tersebut dapat menyebabkan kelahiran premature apabila sang induk terlalu sering aktif bergerak. Berikan juga nutrisi yang cukup seperti vitamin.


Untuk mengetahui kucing hamil bisa diperhatikan dari puting yang menjadi berwarna pink dan membesar, selain itu kucing yang sedang hamil perutnya menjadi lebih kencang dan kenyal.


 Nah tanda-tanda kucing kamu mau melahirkan adalah apabila dibagian dekat anusnya terlihat bagian kelamin si kucing mulai 'mekar' atau yang bisa kita sebut sebagai pembukaan dalam proses melahirkan. 


Pada vase ini, biasanya akan disertai keluarnya cairan dari kelamin si kucing.


Hal yang perlu dipersiapkan adalah:


1. Alkohol 70% atau antiseptik yang bisa digunakan untuk membersihkan peralatan yang akan digunakan agar menjadi steril.

2. Gunting
3. Benang jahit
4. Tisu
5. Tempat yang nyaman untuk melahirkan, biasanya saya persiapkan kandang kuncing dengan diberikan alas kain atau kardus kemudian diberi alas kain.
6. Mangkuk/gelas


Pada saat proses melahirkan sebaiknya sang induk ditinggal supaya insting kucing sebagai ibu akan keluar dengan sendirinya. Namun, apabila setelah melahirkan si kucing tidak kunjung memutuskan tali pusar dan memakan ari-ari maka kamu sebagai pemilik kucing harus berani membantunya :)


Seperti yang terjadi oleh Michelle, habis melahirkan bukannya urusin anaknya, eh malah sibuk jilat-jilat tubuhnya dari darah.  -_-


Dengan kondisi seperti ini maka yang bisa kamu lakukan adalah:


1. Cuci tangan dan sterilkan dengan alkohol. Gunting dan benang juga dimasukan kedalam cairan alkohol 70% yang sudah dimasukan kedalam gelas/mangkuk dengan cara direndam. Gunanya untuk steril peralatan tersebut. Anggap saja sedang mau operasi.

2. Ambil si kitten kemudian di tempatkan pada handuk, kemudian elap dengan tissue bagian hidungnya agar tidak ada cairan plasenta yang menutupi hidungnya. Biar bisa napas dong.
3. Setelah dipastikan tidak ada cairan yang menutupi lubang hidungnya lagi, segera perhatikan ke tali pusar. Ambil jarak sekitar 3-4 cm dari pusarnya, kemudian diikat dengan kencang menggunakan tali benang yang sudah di steril alkohol 70% tadi. Benang yang diikat berfungsi untuk menjaga agar tidak ada udara yang masuk ketika pemotongan tali. 
4. Setelah tali benang mengikat tali pusar, gunakan gunting untuk memotong antara tali pusar dengan ari-ari/plasenta. 

untuk lebih jelasnya, kalian bisa melihat sketsa dibawah ini. 

sorry kalo gambarnya jelek hahaha


Cara Membantu Kucing Melahirkan dan Persiapannya

5. Setelah tali pusar terpotong, kamu bisa meletakan si kitten di puting sang induk kucing sambil menunggu kelahiran selanjutnya. Proses kelahiran biasanya terjadi setiap 15-30 menit sekali. Tergantung dari kondisi induk dan kontraksi perutnya.
6. Plasenta yang terpotong bisa diberikan ke sang induk agar mau dimakan olehnya. Namun, apabila si induk sudah tidak ingin memakan atau menjilatnya maka sebaiknya disisihkan plasenta tersebut. Dibuang maksudnya hehe.
7. Pastikan jangan sampai si induk kelelahan dalam proses melahirkan. Siapkan air, namun sebaiknya si induk mau memakan plasenta/ari-arinya agar memiliki tenaga selama proses melahirkan.


Foto dibawah ini adalah moment yang sempat saya abadikan ketika Michelle melahirkan :D
A photo posted by Istiana Setya Rahayu (@totomeyo) on

Bagaimana kalo ada kitten yang nyangkut dan plasenta masih berada didalam rahim induk kucing?


Saya pernah mengalami hal ini ketika Michelle melahirkan anak kelimanya. Sang kitten hanya terkantung-kantung di dekat pantatnya :(


Apa yang harus kamu lakukan? 


Pertama tenang dan jangan panik. Jangan mencoba untuk memaksa atau menarik bagian tali pusar dan berharap plasenta tersebut akan tertarik, pokoknya jangan! Karena apabila terputus dan plasenta tertinggal didalam itu bisa mengakibatkan ari-ari yang tertinggal di dalam perut bisa membusuk. Akan berbahaya untuk sang induk.


Kedua, bantulah untuk si induk agar berkontraksi. Dengan kontraksi, maka akan membantu mengeluarkan plasenta yang masih nyangkut didalam. Caranya dengan mengelus bagian bawah punggung kucing. Diusap lembut saja sambil terus berdoa agar ada kontraksi lanjutan.


Waktu itu sekitar 1,5 jam saya menunggu kontraksi agar plasenta yang tertinggal dapat keluar dan alhamdulillah pada saat itu terjadi kontraksi sehingga kitten terakhir dapat saya evakuasi untuk pemotongan tali pusarnya :)


Sekian sharing dari saya dalam membantu proses melahirkan kucing. Saya bukan ahli hewan, hanya belajar dari pengalaman :) 

You Might Also Like

1 comment: