Ketika Biaya Sekolah Bukan Lagi Masalah

September 28, 2018 Istiana setya rahayu 0 Comments

Ketika Biaya Sekolah Bukan Lagi Masalah

Kalian bisa menebak nggak, apa yang menjadi kekhawatiran para orang tua milenial di jaman sekarang? Kalau menurutku sebagai calon orang tua di masa depanyang entah kapan akan nikahhal utama yang menjadi pikiran utama selain biaya persalinan yang kudengar bisa tembus sepuluh juta rupiah untuk kelahiran normal di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta, kekhawatiranku justru mengenai biaya sekolah untuk anak-anakku nanti.

Sempat mikir mau bangun sekolah saking kagetnya dengan biaya sekolah jaman sekarang. Tembus puluhan juta rupiah, Men! Bahkan untuk tingkat taman kanak-kanak.

Padahal ketika aku kecil, biaya sekolah cukup mengeluarkan biaya bulanan sekitar di angka ribuan dan paling tinggi kurang dari lima puluh ribu untuk tingkat sekolah dasar. Tapi, untuk jaman sekarang dengan seiring meningkatnya biaya hidup, maka biaya pendidikan pun ikut meningkat.

Memang benar dengan apa yang sering aku dengar dari omongan orang tua jaman dulu. Ketika belum menikah, diri kita sendiri adalah pusat semesta untuk kehidupan yang kita jalani. Tetapi kalau sudah menikah? Maka anak adalah menjadi hal utama yang pertama kali kita pikirkan. Mereka menjadi prioritas tak terbantahkan. Tak peduli kalau gincu dan bedak menipis asal keperluan si kecil terjamin.

Kalau udah begini, apakah ada solusi tepat agar nanti pendidikan si anak bisa terjamin?

Tentu ada dong!

Kembali aku teringat akan kisah seorang sahabat yang merupakan seorang yatim sejak kecil. Di sekitar tahun 2008, biaya pendidikan untuk masuk kuliah adalah paling sedikit lima puluh juta rupiah. Mungkin kalau masuk universitas negeri akan lebih murah, seperti di UNJ (Universitas Negeri Jakarta).

Aku sangat kaget ketika ia menceritakan bahwa dirinya memiliki asuransi pendidikan yang sudah ditabung oleh orang tuanya sejak ia kecil. Kalau tidak salah, saat ia mencairkan dana tersebut di umur 17 tahun, total asuransi pendidikan yang didapatkannya adalah 5.000 dollar!

Lalu apa yang terjadi setelahnya dengan sahabatku?

Tentu saja ia menggunakan uang tersebut untuk masuk ke universitas swasta di Jakarta. Tidak ada kekhawatiran di dirinya dan sang Ibu karena urusan biaya pendidikan sudah terjamin.

Saat itu aku terkesiap seusai mendengar penuturan cerita dari temanku. Aku baru sadar kalau pendidikan untuk anak tidak hanya dipikirkan saat ia masuk tk dan sekolah saja, namun harus dipersiapkan dalam jangka panjang. Dengan adanya asuransi pendidikan, maka biaya sekolah tidak akan menjadi beban keseharian karena kesiapan diri sebagai orang tua.

Solusi mengenai masalah keuangan pun tidak hanya datang dari asuransi saja, di jaman yang sudah modernisasi dan serba digital, telah banyak program jasa keuangan yang menawarkan dan kemudahan kita untuk membantu keuangan kita.

Salah satu program jasa keuangan yang memiliki inovasi dengan menyesuaikan akan kebutuhan manusia modern adalah Fintech

Fintech merupakan singkatan dari ‘Financial’ dan ‘Technology’. Fintech mendekatkan diri kepada calon pengguna jasa mereka melalui sistem digital dan online. Dengan adanya Fintech, masyarakat seperti kita bisa mendapatkan bantuan keuangan yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha, peminjaman modal, pinjaman uang, perencanaan keuangan dan jual beli saham.

Kehadiran Fintech di tengah-tengah kita sebagai kaum milenial, diharapkan dapat memecahkan masalah keuangan tanpa memberi masalah. Termasuk juga mengenai biaya sekolah yang bisa diselesaikan tanpa membuat masalah!

Salah satu produk Fintech yang bisa kalian manfaatkan adalah produk TUNAIKU dari Amar Bank. TUNAIKU memberikan pinjaman uang sebesar 2 juta hingga 20 juta dengan masa pinjaman selama 6-20 bulan. Kalau kalian tertarik untuk mengembangkan usaha dan menggunakan jasa keuangan, silakan kunjungi website TUNAIKU di https://tunaiku.com/

Yuk, mulai memikirkan masa depan pendidikan anak dengan berbagai solusi cara yang sudah disediakan. Jangan lupa asah kemampuan terus agar keuangan kita tidak sekadar datang dari pendapat bulanan dari kantor! 

You Might Also Like

0 comments: