KPOP FANFICTION JACKJI COUPLE - FAKE MARRIAGE (CHAPTER 3)

January 18, 2016 Istiana setya rahayu 2 Comments





Title : KPOP FANFICTION JACKJI COUPLE - FAKE MARRIAGE (CHAPTER 3)
Author: Totomeyo
Genre: Romantic, Comedy
Length: Chapter

Main Cast:
Heo Youngji’s KARA
Wang Jackson’s GOT7
Lee Hongbin VIXX

Guest Star: Seo Kang Joon, Lee Dong Wook, BamBam’s GOT7

Rating: PG 15+

Jackson POV

BRAK!

Kubanting pintu toilet itu.

Arrrgghh rasanya kenapa kesal sekali?!



Aku coba mulai menadahkan air yang keluar dari keran di wastafel dan mencoba membilas wajah dan kepalaku. Entah kenapa mengingat kembali ucapan Hongbin membuat aku menjadi panas. Jantungku berdegup kencang ketika dia bilang akan mencoba untuk membuat Youngji jatuh cinta padanya.

"Apakah itu masuk akal?!"

Aku berbicara sendiri melalui kaca dihadapanku.

Aku begini karena Youngji sedang berniat membantuku, rasanya wajar kalo aku marah karena kalo Hongbin mendekat tentu akan merusak chemistry aku dan Youngji sehingga nanti projek drama baruku bisa gagal. Iya tentu ini alasannya!

Aku mulai berargumentasi seperti itu karena rasanya aneh sekali aku menjadi marah seperti ini. Aku memutuskan untuk memperbaiki tatanan rambutku yang basah karena air tadi kemudian aku bersiap untuk presentasi mengenai ide untuk drama baruku.

*

Author POV



Hongbin terlihat sedang sibuk membaca beberapa laporan dari staffnya. Sesekali dia menyeruput kopi yang berada di mejanya. Beberapa wanita yang bekerja di KBS yang sedang kebetulan lalu lalang di ruangan khusus produser mencoba mencuri lirikan kepada Hongbin.

Hongbin adalah salah satu produser muda dan tentu saja sukses. Program variety yang dipimpinnya semua berhasil dan selalu berhasil menempati tiga besar untuk rating nasional.

Usai membaca beberapa laporan yang masuk, Hongbin mulai menyandarkan tubuhnya di kursi. Kebetulan hari ini dia tidak ada jadwal shooting sehingga tidak ada banyak hal yang akan dia lakukan.

Hongbin mulai berkhayal dalam imajinasinya.



Kira-kira wanita itu sedang apa ya? Dia lucu sekali kalo lagi panik hahaha

Terlihat wajah Youngji dalam pikiran Hongbin. 

Ah aku bosan, lebih baik aku pulang dan menemui Youngji.

Hongbin segera bangkit dan mengambil kunci mobilnya. Ia bergegas dengan penuh semangat.

"Loh Hongbin-shi, Anda mau kemana?" Tanya salah satu karyawan KBS.

"Ah Saya mau pulang karena pekerjaan saya sudah selesai. Kau masih lembur ya? fighting!" Jawab Hongbin sambil mengempalkan tangannya dan berkedip.

Para wanita yang melihat Hongbin berkedip seperti itu hanya bisa tersenyum dan cekikikan dengan rekannya karena terpesona dengan Hongbin.

*
Terlihat mobil Hongbin yang baru terparkir. Pintu mobil mewah itu mulai terbuka dan perlahan Hongbin keluar dari mobil itu. Langkah kakinya yang panjang dengan segera memasuki elevator dan ia mulai menekan tombol 14, yang menandakan Hongbin langsung menuju apartemen milik Jackson.

TING TONG

terdengar suara bel dari depan, Youngji yang sedang menyiapkan untuk makan malam mulai bertanya dalam hatinya,

Siapa lagi ya? Kalo Jackson sudah pasti dia langsung masuk.

Youngji meninggalkan dapur dan membuka pintu tersebut.

"Hei Youngji!" Sapa Hongbin dengan penuh semangat sampai membuat Youngji kaget.

"Ah! Hongbin-shi? kau mengagetkan aku saja!" Omel Youngji sambil memegang dadanya.

"Ah.. mianhae. Boleh aku masuk?"

"Umm.. boleh kok, tapi ada apa ya? Jackson ketinggalan sesuatu lagi?"

"Tidak ada kok."

"Lalu?"

"Aku ingin bermain saja disini dan bertemu kamu. Tidak masalah kan?"

"Ah.. ga ada masalah sih tapi kalo Jackson tau nanti dia akan marah."

"Ah jangan dipikirkanlah. Kau sedang apa?"

"Aku sedang memasak, Ah ya ampun aku harus mengecek ikannya!"

Youngji langsung lari meninggalkan Hongbin yang masih ada di dekat pintu masuk. Tanpa permisi Hongbin mengikuti Youngji dan menuju dapur di apartemen tersebut.

Youngji yang terlihat panik, langsung membalikan ikan yang sedang dipanggangnya.

"Syukurlah, untung tidak gosong." Desah Youngji sambil mengusap peluh di dahinya. Hongbin yang sedang memperhatikan Youngji yang sedang sibuk memasak tiba-tiba menyimpulkan sebuah senyuman.

Hongbin melangkah mendekat kearah Youngji dan memulai pembicaraan,

"Ada yang bisa aku bantu Youngji-shi?"

"Ah tidak perlu, kau kan laki-laki mana bisa memasak hahaha."

"Wah kau harus melihat kemampuan aku dulu, sini aku bantu memotong-motong lebih baik kau fokus pada ikanmu itu sebelum menjadi gosong."

Youngji mengangguk dan fokus pada ikan yang sedang dibakarnya. Sesekali iya juga mengecek kimchi jjigae yang sedang dimasak diatas kompor.

Beberapa menit berlalu, Youngi memanggil Hongbin.

"Hongbin, bisakah kau kesini?" 

Hongbin segera pergi menuju kompor, kemudian Youngji mengambil kuah kimchi jjigae dengan sendok dan mengarahkan ke mulutnya Hongbin.

"Tolong coba sedikit dan katakan apabila ada yang kurang," pinta Youngji.

Hongbin langsung membuka mulutnya sesuai perintah Youngji.

Mata Hongbin langsung membelak. Youngji yang melihat ekspresi Hongbin menjadi khawatir.

"Apakah begitu tidak enak? Ah mianhae..." Youngji langsung membungkukan tubuhnya.

"Kau kenapa sih? Masakan kamu enak banget loh hahaha"

"Ah, jinjja?"

"Yap!" 

Youngji langsung mencoba kimchi jjigae buatannya. Matanya langsung berbinar karena dia merasa senang bahwa masakannya terasa begitu nikmat.



Hongbin merebut sendok dari tangan Youngji dan mulai menyendok kembali kimchi jjigae beberapa kali dan memakannya.

Youngji yang terkejut melihat Hongbin yang begitu lahap memakan masakannya langsung teringat bahwa dia sedang menyiapkan makan malam untuk Jackson, suami kontraknya.

"YA! Jangan kau makan semua Hongbin-shi!" 

Hongbin melihat Youngji yang terlihat ingin menghentikan kegiatan icip-mengicipnya, mulai menyadari bahwa Youngji akan mengambil sendok darinya.

Hongbin menghindar dari Youngji dan terjadi adegan kejar-kejaran di dapur.

"Hongbin tolong kembalikan sendok itu, kau tidak boleh memakan semuanya!"

"Waeyo? Masakan kamu enak kok." Jawab Hongbin sambil terus lari menghindar.

"Karena masakan itu untuk Jackson. Cepat kembalikan sendok itu."

"Shiro! hahaha."

Youngji segera mematikan kompor kemudian melanjutkan untuk mengejar Hongbin. Namun sayangnya, kaki Youngji tiba-tiba terpeleset dan nyaris terjatuh. Hongbin yang melihat Youngji akan terjatuh langsung bergerak cepat untuk menangkap tubuh Youngji.

Dan

BRUK!

Mereka berdua terjatuh namun Hongbin berhasil menahan agar kepala Youngji tidak terbentur lantai.

Kepala Youngji ditahan oleh lengan Hongbin sedangkan tangan Hongbin yang satu lagi sedang memegang bahunya.

Mereka saling bertatapan.

Youngji yang merasa canggung berusaha untuk berdiri namun sebuah tangan dibahunya menahan dia untuk berdiri.

"Hongbin..."

"Hmm?"

"Aku ingin berdiri, tolong lepaskan tanganmu."

Hongbin tersenyum lalu berkata,

"Shiro!"

"Heh?"

"Aku menyukainya, tetaplah seperti ini."

Youngji melotot kaget mendengar jawaban Hongbin.


*

Sedangkan dari jauh terdengar suara pintu yang tertutup. Ternyata Jackson sudah kembali pulang.

Dilepaskannya sepatu dan kaki Jackson mulai melangkah masuk. Namun Jackson tertegun melihat ada sepatu pria yang bukan miliknya. diperhatikan kembali sepatu itu oleh Jackson kemudian memorinya mengingat bahwa sepatu itu milik seseorang yang tadi siang bertemu dengannya.

HONGBIN HYUNG DISINI????

Jackson yang tersadar bahwa sepatu itu adalah milik Hongbin langsung segera lari kedalam apartemennya. Dilihatnya di ruang tamu tidak ada siapapun, Jackson mulai berpikir yang aneh-aneh.

Jackson membuka pintu ruang kerja, kamar dan kamar mandi namun tidak ditemukan siapapun. Kemudian pada saat melewati dapur, Jackson melihat bahwa Hongbin dan Youngji sedang berbaring bertatapan.

Ditariknya nafas mendalam.

"Apa yang sedang kau lakukan dengan istriku, Hyung?" Terdengar nada yang sedikit membentak dari ucapan Jackson.

Youngji memutar tubuhnya langsung kaget melihat Jackson, kemudian dengan segera ia berdiri namun lagi-lagi Hongbin menahannya. 

Youngji yang panik mencoba untuk melepaskan diri namun Hongbin malah mendekapnya.

"Jackson-ah... kau sudah pulang? Kami berdua? Hanya sedang tiduran dilantai saja. Lantai kamar apartemenmu begitu nyaman untuk tiduran. Berbeda sekali dengan di apartemenku, benarkan Youngji-shi?"

Jackson tanpa berbicara langsung mendekat dan menarik Youngji dari pelukan Hongbin. 

"Tolong Hyung, jangan permainkan Youngji."

Jackson langsung menggiring Youngji menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, Youngji mencoba menjelaskan apa yang terjadi.

"Jackson, maafkan aku. Tadi itu tidak sengaja, aku hampir terjatuh dan Hongbin yang menahannya namun dia...dia.. dia tidak membiarkan aku untuk berdiri."

"Youngji-shi.."

"Ne?"

"Tolong kau diam disini, aku harus berbicara pada dia."

Jackson langsung pergi meninggalkan Youngji di kamar dengan wajah dinginnya.
*

Jackson segera menuju ke dapur dan dilihatnya Hongbin yang sedang duduk di meja makan sambil bermain handphone.

"YA!"

Hongbin terkejut mendengar teriakan Jackson di telinganya.

"Aisshh.. ga usah teriak dong"

"Hyung, kenapa kau ada disini?"

"Ah... aku hanya ingin bertemu Youngji." Jawab Hongbin yang kemudian disisipkan senyuman.

Jackson yang melihat Hongbin tersenyum hanya bisa menahan amarah mengingat bagaimana dia memeluk Youngji. Jackson mengepalkan kedua tangannya.

"Hyung, kau dilarang untuk mendekati Youngji karena dia istriku!"

"Istri kontrak maksudmu?"

"..."

"Hubungan kau dan Youngji itu tidak ada ikatan kuat. Youngji masih sendiri, aku juga. Tidak ada masalah dong?"

Ah si brengsek ini sungguh mengesalkan kalo sudah urusan wanita.

"Sudahlah Hyung sebaiknya kau pulang saja selagi aku masih baik kepadamu."

"Hey? Apa-apaan ini?"

Jackson menarik Hongbin dan membawanya menuju pintu agar Hongbin dapat segera pergi.

"Jackson."

"Wae?"

"Aku akan segera pergi namun aku akan mengatakan satu hal ini kepadamu."

"Segera katakan saja, aku lelah ingin segera istirahat."

"Kalo saja kau sampai jatuh cinta dengan Youngji, aku tidak akan gentar. Ok aku segera pergi ya, annyeong! Bye!"

Hongbin langsung segera menutup pintu dan Jackson ditinggalkan begitu saja yang menyisakan ekspresi kesalnya.

Apa-apaan dia? mencoba mengatakan hal yang bodoh kepadaku.

Jackson kemudian menuju kamarnya dan membuka pintu. Terlihat Youngji yang sedang duduk dipinggir kasur.

"Jackson-ah..." panggil Youngji dengan memelas.

"Kau salah memanggilku, chagiya."

"Aigoo! Aku khawatir kau akan marah besar tapi malah bercanda seperti ini."

Jackson kemudian duduk disamping Youngji. Kemudian dirangkul bahu Youngji agar mendekat padanya.

"Maafkan aku karena membuatmu digoda oleh si bodoh itu. Kau pasti sangat takut ya?"

Tanya Jackson dengan lembut.

"Anni~" Youngji menjawab dengan singkat seakan tidak merasa terganggu dengan kejadian yang tadi. Jackson langsung melihat ke wajah Youngji.

"Apa kau sakit? Hongbin memelukmu seperti itu dan kau hanya berkata "anni"? Apakah kau tidak merasa risih?"

Youngji mendengus kesal mendengar ucapan Jackson. Dengan melotot Youngji membela diri.

"Kau lah penyebabnya!"

"Aku? Kenapa jadi aku? kau tidak lihat aku membelamu tadi sampai aku mengusir Hongbin?"

"Bukankah kau melakukan hal yang lebih aneh lagi? Kemarin kau memelukku dari belakang dan tertidur begitu saja. Itu lebih menjengkelkan tahu!"

Jackson yang langsung teringat akan kejadian kemarin malam tersipu malu. Namun dia berusaha menutupinya.

"Jadi kau ingin lebih dari itu?"

Goda Jackson sambil melirik kearah Youngji kemudian matanya mengarah ke tempat tidur.

Youngji langsung panik melihat gelagat Jackson.

"YA! Aku lapar! dasar Jackson bodoh!"

Youngji langsung berdiri dan meninggalkan Jackson. Sedangkan Jackson tertawa puas kemudian berteriak manja berharap agar Youngji mendengar.

"Chagiya... Ayolah, ini sudah malam, lupakan makan malam dan tidurlah bersamaku hahaha"

"ANDWAE! SHIRO!" terdengar teriakan Youngji dari luar kamar.


*
Youngji POV

Aku mulai sibuk menata meja makan dan menyiapkan makan malam yang sebelumnya dibantu oleh Hongbin sampai kejadian yang memalukan dan Jackson yang melihat kami sedang di lantai.

Arrrgghh kenapa sih semua namja di apartemen ini berkelakuan aneh? Apa karena aku dari desa jadi mereka seenaknya? Aku tidak sepolos itu, heol!

Terdengar langkah kaki yang memasuki ruang makan. Terlihat Jackson yang sudah berganti baju dengan pakaian santai mulai mendekatiku kemudian memperhatikan wajahku. Sungguh seperti orang bodoh.

"Apa yang sedang kau lakukan?"

"Melihat wajahmu, chagiya~"

"Ah.. kau sedang berakting untuk naskah dramamu ya?"

Jackson mengangguk-angguk bagaikan anjing kecil. Kemudian dia duduk dan menyodorkan piring. Berharap aku akan mengambilkan nasi untuknya.

"Ambilah nasi dan lauknya sendiri, Jackson."

"Kau membiarkan suami kelaparan, aku sedih."

Duh namja yang satu ini, lagi-lagi berkelakuan seperti anak kecil. 

Aku yang tak tahan melihatnya, pasrah mengikuti maunya. Aku ambilkan nasi dan lauk yang sudah aku persiapkan.

"siksa haseyo~" 

"siksa haseyo."

Dan akhirnya kami berdua fokus menikmati makan malam berdua.


*

Selesai makan dan membereskannya, aku menuju ruang keluarga untuk menonton tv. Sesekali aku mengecek handphoneku untuk melihat apakah Ibu sudah membalas pesanku atau belum. 

Kemudian Jackson datang dan memberikan handphonenya.

"Ini apa?"

"Masukan nomor handphonemu. Bagaimana mungkin seorang suami tidak memiliki nomor hp istrinya?"

Aku mengambil handphonenya dan mulai memasukan nomorku. Ternyata Jackson sudah terlebih dahulu input namaku. Bukan dengan nama asliku namun dia menulisnya menjadi "Chagiya"

Usai memasukan nomor hpku, kukembalikan lagi hp dia. Kemudian Hpku bergetar dengan nomor masuk tidak dikenal,

"Itu nomorku, pastikan kau menyimpan dengan nama yang bagus hehehe."

Banyak sekali permintaannya.

"Youngji, tolong kau tandatangi ini." 

Sebuah kertas yang berupa formulir tertulis jelas disana, MARRIAGE REGISTRATION.

"I-ini apa???" Tanyaku panik.

"Kita memerlukan ini Youngji. Selain untuk melindungi dari serangan pria liar diluar sana, aku juga bertanggung jawab atas diri kamu selama tinggal bersamaku."

"KAU INI SUNGGUH EGOIS!"

"Kenapa kau berbicara seperti itu?"

"Kau pikir aku ini bodoh? setelah kontrak ini selesai dan projek dramamu berhasil, maka kita akan bercerai secara resmi juga? Kau tidak memikirkan aku???"

Terdengar getaran dari mulutku, tidak terasa air mata mulai mengalir di pipiku. Aku tidak tahan dengan perilaku Jackson. Dia melakukan itu hanya untuk kepentingannya sendiri, bukan aku.

"Youngji, aku tidak berniat untuk-"

"Sudahlah Jackson, aku ingin tidur."

Aku bergegas pergi menuju kamar dan menguncinya dengan rapat. 

Dipojokan kamar aku menangis sesenggukan. Aku tidak menyangka bahwa Jackson akan sejauh ini.

***

Hai semua, sorry kalo chapter 3 lama sekali karena kesibukan aku.

Mohon maaf kalo chapter 3 kurang panjang seperti chapter 2. 

Semoga kalian dapat menikmatinya.

Jangan kaget liat Hongbin yang ternyata juga berani dalam menunjukan perasaannya hahaha

Aku berjanji akan update fanfic ini setiap minggunya.

Jadi mohon dukungannya.

Kamsahamnida ;)


Chapter 1
Chapter 2
Chapter 4

You Might Also Like

2 comments:

  1. wah, ceritanya makin seru, makin penasaran sama hubungan mereka selanjutnya ...
    lanjut chapter 4 ... Fighting

    ReplyDelete